METROINFONEWS.COM | MAKASSAR – Front Kesatuan Mahasiswa Indonesia (FKMI) kembali turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa jilid VI yang digelar di depan Mapolda Sulawesi Selatan, Kamis, 17 Juli 2025.
Dalam aksinya, FKMI mendesak Kapolda Sulsel untuk segera mencopot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Sinjai karena diduga tidak serius menangani kasus penyelundupan BBM jenis solar di Kabupaten Sinjai.
Koordinator aksi, Riswandi, menyebut dugaan penyelundupan BBM solar telah menimbulkan keresahan yang meluas, tidak hanya di Kabupaten Sinjai, tetapi juga di Kabupaten Bulukumba.
Menurutnya, kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu terakhir diduga sangat dirasakan oleh masyarakat dan disinyalir kuat berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut.
“Kami sudah menyuarakan kasus ini sejak aksi jilid pertama. Namun sampai aksi ke-enam hari ini, belum ada kejelasan hukum dari pihak Polda Sulsel, terutama dalam menindaklanjuti dugaan keterlibatan oknum Polres Sinjai,” tegas Riswandi di sela aksi.

FKMI juga menyoroti penanganan terhadap lima orang pelaku yang diduga kuat terlibat dalam upaya penyelundupan solar ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Meski identitas dan keterlibatan mereka disebut telah diketahui, pihak kepolisian hingga kini belum melakukan penangkapan.
“Lima orang pelaku sudah seharusnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Tapi sampai hari ini, tidak ada langkah hukum yang tegas dari Polres Sinjai. Ini bukti nyata bahwa ada pembiaran, atau bahkan dugaan kuat keterlibatan aparat,” tambah Riswandi.
Kekecewaan mahasiswa terhadap Polda Sulsel kian memuncak lantaran belum ada transparansi atau klarifikasi resmi terkait penanganan perkara ini. Meski begitu, FKMI menegaskan tidak akan mundur sedikit pun dan siap menggelar aksi lanjutan hingga tuntutan mereka dipenuhi.
“Kami sudah siapkan konsolidasi untuk aksi Jilid VII. Jika dalam waktu dekat ini belum ada tindakan tegas dari Kapolda, kami akan kerahkan massa lebih besar untuk terus mendesak penuntasan kasus ini,” pungkas Riswandi.
Aksi berjalan damai dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Mahasiswa membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan kecaman terhadap aparat yang dianggap tidak profesional dalam penegakan hukum.(/*)Ir.T/red

