METROINFONEWS.COM | Gowa, – Kematian tragis Sanupo, seorang pria asal Bulukumba, menuai perhatian publik setelah ditemukan tak bernyawa di sebuah jurang di wilayah Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama hampir dua pekan pasca diduga terlibat kecelakaan lalu lintas yang memicu dugaan penganiayaan.
Peristiwa bermula pada 1 Mei 2025 sekitar pukul 18.30 WITA, saat Sanupo mengendarai sepeda motor sambil membonceng seorang anak. Ketika melintas di Desa Parigi, sepeda motor yang dikendarainya diduga menyerempet seorang warga yang sedang menyeberang jalan.
Informasi awal mengenai keberadaan korban justru diperoleh keluarga dari unggahan media sosial yang memperlihatkan seorang anak berada di lokasi kejadian. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga segera menuju Panggajiang Desa Parigi untuk mencari Sanupo. Menurut keterangan warga, Sanupo sempat melarikan diri setelah didatangi oleh anak dari korban tabrakan yang membawa sebatang besi.
Keesokan harinya, keluarga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tinggimoncong dan melanjutkan pencarian. Warga mengaku Sanupo sempat diamankan, namun kembali melarikan diri karena merasa terancam.
Pada hari kedua pencarian, keluarga menyisir area sekitar SMA Andalan pada malam hari, namun diduga sempat dihalangi oleh kepala dusun setempat dengan alasan lokasi dianggap keramat dan harus menunggu petugas keamanan.
Hari ketiga pencarian pun belum membuahkan hasil. Ironisnya, keluarga malah mendapat tuduhan dari sebagian warga bahwa mereka berpura-pura mencari Sanupo demi menghindari tanggung jawab atas insiden kecelakaan.
Di hari yang sama, keluarga kembali mendatangi Polsek Tinggimoncong namun merasa tidak mendapatkan titik terang. Mereka kemudian melanjutkan pelaporan ke Polres Gowa, yang diterima langsung oleh SPKT Polres Gowa.
Puncak pencarian terjadi di hari ke-12. Tim keluarga melakukan penyisiran sejak pagi dan akhirnya menemukan sesosok jenazah di sebuah jurang pada pukul 13.00 WITA, berjarak sekitar 3 kilometer dari titik awal kejadian. Tak jauh dari tubuh korban, ditemukan juga sebuah benda tajam berjarak sekitar 4 meter. Penemuan ini langsung dilangsung ke Polres Gowa.
Evakuasi dilakukan sekitar pukul 17.00 WITA setelah aparat tiba di lokasi. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi.
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa kematian korban bukan semata-mata akibat kecelakaan atau terjatuh, melainkan kemungkinan besar dugaan akibat tindak kekerasan.
Sejumlah kejanggalan turut menyelimuti kasus ini, antara lain:
CCTV di sekitar lokasi kejadian dalam kondisi rusak.
Ditemukan bekas galian mencurigakan di belakang rumah salah satu warga.
Ada warga yang menyatakan bahwa korban tidak memiliki SIM, dan berasal dari kabupaten Bulukumba.
Pelapor dalam kasus ini adalah Muhammad, sepupu dari istri korban. Ia menyampaikan bahwa hasil autopsi telah keluar, dan ditemukan puluhan luka akibat benda tumpul di tubuh korban.
“Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan. Ini bukan semata kecelakaan. Ada yang janggal sejak awal,” ujar Muhammad saat diwawancarai oleh pewarta Metro Info, Jumat, 27 Juni 2025.
Pihak keluarga mendesak Polres Gowa untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk membuka kemungkinan adanya penganiayaan atau tindakan kekerasan yang mengakibatkan kematian
korban.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kapolres Gowa AKBP Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Gowa, dengan dukungan dari Ditreskrimum Polda Sulsel.
(/*)Ir.T

