Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Disdikbud Takalar Kawal SPMB 2026, Dorong Pemerataan Peserta Didik di Seluruh Sekolah.

Juni 24, 2026

Penamatan dan Pelepasan Siswa UPT SD Negeri 234 Inpres Takalar Kota Berlangsung Meriah.

Juni 24, 2026

Penyerahan Juara CITA LOKA FEST 2026 Berlangsung Meriah di Hotel Aryaduta Menteng Jakarta.

Juni 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»DAKWAH»Kisah Karpet yang Menyelamatkan Nyawa Anak Saudagar Kaya
DAKWAH

Kisah Karpet yang Menyelamatkan Nyawa Anak Saudagar Kaya

By Desember 9, 2020Tidak ada komentar4 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Alkisah, seorang saudagar kaya memiliki dua anak yang sedang melakukan perjalanan ke negeri India. Suatu hari, tanpa ada kedua anak di rumah, si saudagar kedatangan tamu seorang yang dikenal sebagai ulama besar di kotanya. Ia pun menyambut dan menghormatinya secara maksimal.

Ketika berada di dalam rumah si saudagar, sang ulama mengamati isi rumah itu. Dari sekian banyak perabot dan barang-barang yang ada di sana, ternyata ada yang membuat sang ulama tertarik untuk memilikinya, yakni dua buah karpet yang sangat bagus nan mahal. Ia mengutarakan keinginannya itu kepada saudagar kaya tersebut, namun si saudagar menolaknya.

“Aku akan memberikan apapun kepada Anda asal bukan dua karpet itu,” kata saudagar.

“Tidak, aku hanya menginginkan karpet itu,” jawab sang ulama tegas.

Si saudagar pun akhirnya mengiyakan, namun hanya satu. “Jika Anda tetap bersikeras untuk memilikinya, maka aku persilakan untuk mengambil satu saja!”. Satu karpet itu pun akhirnya dibawa pulang oleh sang ulama.

Di India sana, dua anak (sebut saja A dan B) si saudagar ternyata sedang naik dua kapal yang berbeda, namun dalam waktu yang bersamaan. Saat itu, angin lautan yang begitu indah ternyata tiba-tiba berubah menjadi badai yang memporak-porandakan dua kapal itu dan seluruh apa yang di dalamnya.

Tak ayal, hal itu membuat siapa saja yang ada di sana bingung dan khawatir. Bahkan karena tak yang ada yang bisa diupayakan untuk menyemalamatkan diria, mereka hanya bisa pasrah kepada Allah saja.

Dalam keadaan yang gawat dan kacau balau itu, tiba-tiba sang ulama yang meminta karpet kepada saudagar tadi datang. Ulama itu datang dengan membaawa karpet tersebut. Karpet itu, oleh sang ulama, dibuat untuk menyumbat bagian kapal (yang dinaiki anak A) yang bocor akibat badai. Hingga akhirnya kapal pun bisa berlayar dengan selamat. Namun, sayangnya, kapal yang lain, yang dinaiki anak B ternggelam.

Kabar tentang musibah itu pun akhirnya sampai ke telinga si saudagar. Ia juga mendapat laporan bahwa hanya satu anaknya yang selamat. Ketika kapal yang selamat dikabarkan akan tiba di pelabuhan, si saudagar itu pun langsung berbegas menjemput anaknya (A).

Bertemu sang buah hati, si saudagar merasa curiga. Pasalnya, si anak A datang masih hidup itu membawa karpet yang yang tempo hari ia berikan kepada sang ulama yang datang ke rumahnya itu. Ia pun menyakan bagaimana kisah karpet itu sehingga bisa berada di tangan sang anak.

“Ada kisah ajaib di balik karpet ini,” jawab si anak A.

“Apa itu?,” tanya si saudagar penasaran.

“Seorang ulama telah datang menyelamatkan kami dengan cara menyumbat bagian kapal yang bocor dengan karpet ini,” jawab si anak.

“Jika kelak engkau bertemu dengan ulama itu, apakah engkau masih bisa mengenali wajahnya?,” tanya saudagar kaya ke anaknya.

Si anak A menjawab, “Iya”.

Beberapa waktu kemudian, si anak diajak ayahnya untuk sowan/silaturrahim kepada sang ulama. Bertemu sang ulama, si anak langsung menangis dan berteriak kencang. “Ayah, demi Allah, ini adalah ulama yang aku maksud”.

Ia pun jatuh pingsan. Sang ulama pun mengusap anak itu dan tak lama kemudian ia siuman. Kepada sang ulama, saudagar itu berkata, “Kalau tahu begini jadinya, aku akan berikan dua karpet itu kepada Anda?. Mengapa Anda tak memberi tahu saya di awal?. Saya benar-benar menyesal”.

Sang ulama menjawab dengan tegas dan bijaksana, “Ya memang begitulah kehendak Allah Swt.”.

Kisah di atas terdapat dalam kitab al-Nawadir karya Ahmad Shihabuddin bin Salamah al-Qalyubi. Selain memahami bahwa sedekah yang diberikan akan menolong pelakunya, kisah di atas juga menunjukkan betapa kita hendaknya menghormati ulama dan taat pada perintahnya (tentu ulama yang sungguhan, bukan yang abal-abal).

Nabi Muhammad SAW bersabda:

اتَّقُوا فِرَاسَةَ الْمُؤْمِنِ فَإِنَّهُ يَنْظُرُ بِنُورِ اللَّهِ

“Pertimbangkanlah firasat seorang mukmin. Karena (bisa jadi) dia (dapat) melihat (sebuah permasalahan yang belum terjadi) berkat pertolongan Allah” (HR. Tirmidzi)

Secara kasat mata, memang dalam kadang apa yang dilakukan mereka sungguh tak pantas atau bahkan merugikan kita (dalam kisah di atas, si saudagar kaya keberatan dua karpetnya diminta sang ulama), namun kita harus meyakini bahwa itu semua akan bermanfaat bagi kita suatu waktu nanti. Wallahu a’lam.

 

Sumber:

Al-Qalyubi, Ahmad Shihabuddin bin Salamah. al-Nawadir. Jeddah: al-Haramain, n.d.

Al-Tirmidzi, Abu Isa Muhammad bin Isa. al-Jami’ al-Kabir. Beirut: Dar al-Ghurab al-Islami, 1996.

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticleBagaimana Cara Memilih Ustadz yang Benar? Prof. Quraish Shihab: Pilihlah Ustadz yang Menganut Paham Wasathiyyah, Anda Tidak Akan Dengar Makian
Next Article Jelang Natal dan Tahun Baru, Syahbandar Makassar Periksa Laiklaut Kapal Penumpang

Berita Terkait:

DAERAH April 17, 2026

*Mengenal Lebih Dekat Astrini Syamsuddin, Penulis dengan Genre Self-Help Religius*

April 17, 2026 DAERAH
DAKWAH Februari 4, 2026

Jelang Penyerahan SK PPPK, Sekda Langsa Turun Langsung Rapikan Barisan

Februari 4, 2026 DAKWAH
DAKWAH Januari 16, 2026

Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Nursam Isi Hikmah Isra Mi’raj di Kodam Papua Selatan

Januari 16, 2026 DAKWAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.