Close Menu
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bupati Takalar Daeng Manye Bersama Ibu Bupati Melayat ke Rumah Duka Orang Tua Camat Laikang.

Agustus 24, 2026

Silaturahmi Di Jakarta ,Daeng Manye Paparkan Program Strategis Dan Masa Depan Takalar.

Agustus 23, 2026

Jelang Milad ke-2 KKTP, Bupati Daeng Manye Hadiahkan Silaturahmi dan Ajak Pengurus KKTP Kawal Pembangunan Takalar.

Agustus 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Demos
  • Buy Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
    • NASIONAL
      • PEMERINTAH
    • DAERAH
    • MAKASSAR
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • SOSIAL
    • POLITIK
    • SENI DAN BUDAYA
  • RAGAM
    • DAKWAH
    • OLAHRAGA
    • OPINI
    • ADVERTORIAL
    • WISATA
  • TNI/Polri
Subscribe
Metro Info NewsMetro Info News
  • NEWS
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
  • RAGAM
  • TNI/Polri
Home»MAKASSAR»Pj Walikota Makassar: PSBB, Diupayakan Tidak Diperpanjang
MAKASSAR

Pj Walikota Makassar: PSBB, Diupayakan Tidak Diperpanjang

Metro Info NewsBy Metro Info NewsMei 4, 2020Updated:Juni 14, 2020Tidak ada komentar2 Mins Read
Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Makassar | Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Pejabat (Pj) Walikota, M Iqbal Samad Suhaeb mulai mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan alasan sudah ada angka penurunan pasien Coronavirus Disease (COVID-19).

“Kalau dilihat hari pertama, makin lama makin menurun (warga terpapar), sehingga tidak perlu perpanjang. Banyak konsekuensinya. Kami usahakan tidak diperpanjang,” katanya, di Posko Induk Percepatan Penanggulangan COVID-19, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (4/5/2020).

Saat ditanya wartawan alasan apa sampai berfikir tidak akan memperpanjang PSBB, apakah ada masalah keuangan atau ada masalah lain, mengingat jumlah penderita COVID-19 hingga sejauh ini jumlah peningkatannya dinamis.

“Tidak ada soal anggaran. Ini soal penyakit,” singkat mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel itu kepada awak media.

Terkait dengan Kabupaten Gowa yang sudah memberlakukan PSBB hari ini, bagaimana sinergitas dengan Makassar, kata dia, tentu lebih baik karena sudah ada perpaduan konektivitas.

“Lebih bagus kalau bisa bersama. Artinya, sudah terscrening di Gowa dan Makassar juga sudah tersrcening lebih terpadu,” tutur dia.

Disinggung soal tingkat keramaian masih tinggi hingga hari ke-11 pemberlakukan PSBB di Makassar, apakah akan melakukan rapid tes di sejumlah titik tersebut seperti pasar tradisional maupun tempat keramaian lainnya, kata dia, soal itu diadakan di Puskesmas.

“Kalau ada orang merasa sudah kontak dengan pasien COVID-19, kami siapkan (Rapid tes) di puskesmas terdekat, silahkan ke sana. Kalau untuk pasar (Rapid tes) kita bicara orang-orangnya, yang perlu rapid langsung ke puskesmas, tidak ada pembayaran, gratis,” papar dia.

Akan jauh lebih bagus, lanjut Iqbal, bila masyarakat sudah kumpul apalagi merasa pernah kontak, bisa langsung dirapid tes. Selain itu ada permintaan dari kelompok-kelompok masyarakat bila mana ada kecurigaan munculnya kasus di daerahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali berpendapat, untuk masa PSBB apakah akan diperpajangan atau tidak, kata dia, masih akah dibicarakan dalam rapat. Hal ini berdasar dari evaluasi tahap dua soal efektivitas pelaksanaan PSBB.

Data terbaru dari Posko Induk COVID-19 Makassar 3 Mei 2020, jumlah kasus COVID-19 masih tinggi. Kasus positif sebanyak 418 orang, 233 diantaranya masih dirawat, dan 153 dinyatakan sembuh, sementara meninggal dunia 32 orang.

Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 417 orang, 17 orang masih dirawat, 189 sudah pulang atau sehat dan 57 orang meninggal dunia. Untuk Orang Dalam Pemantuan (ODP) sebanyak 950 orang, 765 diantaranya selesai dipantau dan 185 masih sementara dipantau. (*)

Diupayakan Tidak Diperpanjang Pj Walikota Makassar: PSBB
Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Copy Link
Previous ArticlePembagian Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19 Dikawal Personil Pallangga
Next Article Pemprov Sulsel Persiapkan Hotel Swiss-Belin Tampung Pasien Covid-19

Berita Terkait:

DAERAH Agustus 24, 2026

Bupati Takalar Daeng Manye Bersama Ibu Bupati Melayat ke Rumah Duka Orang Tua Camat Laikang.

Agustus 24, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 23, 2026

Silaturahmi Di Jakarta ,Daeng Manye Paparkan Program Strategis Dan Masa Depan Takalar.

Agustus 23, 2026 DAERAH
DAERAH Agustus 23, 2026

Jelang Milad ke-2 KKTP, Bupati Daeng Manye Hadiahkan Silaturahmi dan Ajak Pengurus KKTP Kawal Pembangunan Takalar.

Agustus 23, 2026 DAERAH
Demo
Top Posts

Polsek Tombolopao Selesaikan Kasus Pengancaman Kepala Desa Kanreapia Lewat Restorative Justice

Februari 5, 202678,970 Views

Oknum Diduga Penambang Ilegal Diduga Melecehkan Wartawan di Gowa

Januari 26, 202615,436 Views

Kapolsek Singkawang Selatan Tatap Muka Langsung, Jalin Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat

Februari 3, 20269,910 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Metro Info News
YouTube Instagram TikTok Facebook X (Twitter)
  • Advertisement
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Pedoman Cyber
© 2026 METRO INFO NEWS | by Admin.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.